Tukang Becak Berhati Mulia

Kisah ini mungkin akan menjadi pembelajaran luar biasa bagi kita. Kisah ini benar terjadi dan NYATA. Kisah yang berasal dari tukang becak. Tersebutlah sebuah kakek bernama Bai Fang Li dari Cihina, hidup sederhana karena memang profesinya yang hanya sebagai tukang becak. Namun, kakek yang satu ini tidak menjadikan alasan kesederhanaannya untuk tidak berbagi bersama. Kakek ini setiap harinya makan dari hasil memulung, dan begitu pula dengan pakaian yang ia kenakan. Bukan karena dari penghasilanya sebagai tukang becak, ia tidak mampu membeli pakaian dan makanan untuk dirinya. Tapi, ia melakukan ini semua agar bisa menyumbang ke oanti asuhan. Sebbenarnya ada hal yang membuat ia melakukan ini semua, kejadian itu adalah ketika ia melihat seorang anak kecil berusia sekitar 6 tahun yang bekerja menawarkan jasa membawakan baarang. Suatu hari, Bai Fang Li melihat anak kecil itu membawakan barang bawaan ibu-ibu dan mendapatkan upah yang cukup. Akan tetapi, anak itu makan dari hasil memungti makanan dari sampah. Hal itu membuat Bai Fang Li heran, karena dengan uang hasil upah tadi seharusnya anak itu bisa membeli makanan yang layak untuknya. Setelah selidik punya selidik, ternyata anak itu tidak ingin mengurangi hasilnya untuk membeli makanan. Ia gunakan uang itu untuk kedua adiknya yang baru berusia sekitar 3 dan 4 tahun. Ketiga anak ini tinggal di gubuk reot dan ketiganya berprofesi sebagai pemulung dan orangtuanya pergi entah kemana. Bai Fang Li yang mengatar anak tadi kerumahnya merasa terharu dan kemudian mengantar ketiga anak tadi ke panti asuhan yang disana terdapat ratusan anak yang kurang beruntung seperti mereka. Menurut kisahnya, sejak saat itu Bai Fang Li tidak pernah menggunakan uang hasil mengayuh becak untuk kehidupan sehari-harinya. Tapi, ia gunakan hasil jerih payahnya mengayuh becak untuk disumbangkan ke panti asuhan.

sumber foto: http://anthojalang.blogspot.com/2011/03/tukang-becak-penyumbang-ratusan-juta.html&docid=hmJiv3p-wLJfEM&img

Bai Fang Li menyumbang dari tahun 1986, hingga pada tahun 2001 saat usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke Panti asuhan dengan membawa sumbangan terakhirnya yaitu senialai 500 yuan (sekitar Rp. 675.000,-). Ia berkata pada panti asuhan bahwa ia tidak bisa menyumbang lagi karena ia merasa tidak mampu mengayuh becak lagi dan ia tidak memperoleh penghasilan lagi. Dengan ini total keseluruhan sumbangan yang telah kakek Bai Fang Li ini berikan pada panti asuhan ini adalah 350.000 yuan atau sekitar Rp.472,5 juta. Bai Fang Li meninggal pada tahun 2005 karena terserang penyakit paru-paru. Ia meninggal dengan kisah teladan yang menyentuh hati setiap orang. Ia berbagi kepada orang yang lebih kurang beruntung darinya, meskipun hidupnya juga sederhana. Semoga kita bisa belajar dari kisah lalek tua diatas.
sumber foto: http://munggaranti.wordpress.com/2011/05/29/bapak-becak/
9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Description: Tukang Becak Berhati Mulia Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Tukang Becak Berhati Mulia

Posted by: Rumi Andriyani
buku kosong, Updated at: Sabtu, Oktober 06, 2012

0 komentar:

Posting Komentar

 

Buku Kosong © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers